15/10/2026

Satlantas Polres Lumajang Tindak 25 Truk Pelanggar Jam Operasional di Jalur Pasirian

Lumajang, Merdekanews.id Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang menggelar operasi gabungan untuk menertibkan kendaraan truk yang melanggar jam operasional di Jalan Raya Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penindakan terhadap 25 kendaraan truk yang melanggar ketentuan jam operasional, khususnya kendaraan roda enam ke atas yang melintas pada pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Selain menindak pelanggaran jam operasional, petugas juga memberikan teguran kepada pengemudi truk pengangkut pasir yang tidak menutup muatannya menggunakan terpal secara menyeluruh.

Kanit Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli) Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, mengatakan operasi gabungan tersebut merupakan upaya meningkatkan ketertiban berlalu lintas sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Prioritas kami adalah kendaraan truk yang melanggar jam operasional, khususnya kendaraan roda enam ke atas yang melintasi jalur Pasirian-Tempeh,” ujar Ipda Dheta

Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan di lapangan cukup beragam. Salah satunya pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga petugas melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, kendaraan yang masa berlaku uji berkala atau KIR-nya telah habis menjadi perhatian petugas Dishub untuk dilakukan penindakan sesuai kewenangannya.

Ipda Dheta menegaskan, operasi gabungan tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pengemudi agar lebih disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas turut menyoroti truk pengangkut pasir yang tidak menutup muatannya dengan terpal secara menyeluruh.

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terutama pengendara sepeda motor, apabila pasir berjatuhan atau beterbangan selama kendaraan melintas.

Karena itu, para pengemudi truk pasir diimbau memastikan seluruh muatan tertutup terpal dengan baik, bukan hanya bagian atasnya.

“Untuk truk pengangkut pasir, kami mengimbau agar muatannya ditutup terpal secara menyeluruh. Jangan hanya bagian atasnya, karena pasir yang berjatuhan atau beterbangan dapat mengganggu dan membahayakan pengendara sepeda motor,” tegasnya.

Ipda Dhetamengungkapkan, pelanggaran jam operasional kendaraan truk masih kerap ditemukan di wilayah Kabupaten Lumajang, terutama di jalur Pasirian.

Sejumlah pengemudi beralasan belum mengetahui ketentuan tersebut. Ada pula yang mengaku sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM).

Padahal, aturan jam operasional tersebut telah lama diberlakukan sehingga para pengemudi diharapkan memahami dan mematuhinya.

“Kami masih banyak menemukan pelanggaran, terutama truk pengangkut pasir di jalur Pasirian. Alasannya bermacam-macam, ada yang mengaku tidak tahu dan ada juga yang sedang mengantre BBM,” ungkapnya.

Untuk itu, Satlantas Polres Lumajang bersama Dishub akan terus meningkatkan pengawasan dan penertiban guna memastikan para pengemudi mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ipda Dheta mengimbau seluruh pengemudi truk agar melengkapi dokumen kendaraan, memiliki SIM sesuai ketentuan, serta memastikan muatan diangkut dengan aman.

Selain itu, pengemudi kendaraan roda enam ke atas diharapkan mematuhi jam operasional yang telah ditetapkan, terutama pada waktu aktivitas masyarakat meningkat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan prioritas kelancaran arus lalu lintas bagi kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Kami mengimbau para pengemudi agar mematuhi jam operasional, melengkapi surat-surat kendaraan, dan memastikan muatan pasir tertutup terpal dengan baik. Dengan demikian, keselamatan pengguna jalan lainnya dapat terjaga dan arus lalu lintas tetap lancar,” pungkas Ipda Dheta

Operasi gabungan ini menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Lumajang bersama Dishub dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang.

Timsus Polres Lumajang Sisir Perumahan Bhumi Saka saat Dini Hari


LUMAJANG ,Merdekanews.id Guna menekan potensi tindak kriminalitas pada jam-jam rawan, Tim Khusus (Timsus) Polres Lumajang menggelar patroli dini hari dengan menyisir kawasan permukiman Perumahan Bhumi Saka dan sejumlah jalan sepi di wilayah hukum Polres Lumajang.

Patroli bermotor ini difokuskan pada pencegahan tindak kejahatan 4C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian hewan (curhewan).

Perwira Pengendali (Padal) Timsus Polres Lumajang, Ipda Sugiarto, menjelaskan bahwa penyisiran menggunakan armada roda dua dilakukan agar personel bergerak lebih fleksibel hingga ke gang-gang sempit perumahan.

"Penggunaan sepeda motor memungkinkan personel kami menjangkau seluruh titik pantau, termasuk lorong permukiman dan jalur sepi yang minim penerangan. Langkah preventif ini bertujuan menutup ruang gerak pelaku kejahatan dan memastikan situasi kamtibmas di Lumajang tetap terkendali saat warga terlelap," ujar Ipda Sugiarto di lokasi kegiatan.

Selain memaksimalkan kehadiran personel kepolisian di lapangan, Ipda Sugiarto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

"Kami mengimbau warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Pastikan pintu dan jendela terkunci rapat sebelum tidur, serta manfaatkan kunci ganda pada kendaraan. Jika melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian terdekat agar bisa langsung kami tindak lanjuti," tambahnya. 

Melalui patroli rutin yang menyasar kawasan rawan dan permukiman warga, Polres Lumajang berkomitmen hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lumajang.

Polsek Senduro dan Yonif TP 535 Nararya Kirana Gelar Patroli Gabungan, Sasar Objek Vital


LUMAJANG ,Merdekanews.id Polsek Senduro bersama personel Yonif TP 535 Nararya Kirana menggelar patroli gabungan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Patroli tersebut menyasar sejumlah titik, mulai dari objek vital perbankan, lokasi rawan kriminalitas, kawasan hutan, hingga permukiman penduduk di Desa Senduro, Desa Purworejo, dan Desa Kandangtepus.

Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemantauan situasi, patroli dialogis, serta menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan petugas keamanan.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli adalah Kantor BRI Unit Senduro. Di lokasi tersebut, petugas berdialog dengan petugas keamanan atau satpam yang sedang berjaga untuk mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.

Berdasarkan hasil pemantauan, tiga unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kantor bank tersebut terpantau beroperasi normal.

Petugas kemudian melanjutkan patroli di depan PURE dengan melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus mengantisipasi tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C).

Patroli juga menyasar kawasan hutan jati untuk mengantisipasi potensi kejahatan jalanan, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan relatif sepi.

Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, mengatakan patroli gabungan tersebut merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Menurut dia, sinergi antara Polri dan TNI diperlukan untuk meningkatkan kehadiran petugas di tengah masyarakat sekaligus mencegah munculnya peluang terjadinya tindak kriminalitas.

“Kami terus meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk objek vital, jalur yang sepi, dan kawasan permukiman. Melalui patroli ini, kami ingin memastikan situasi tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” ujar Wahono.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Wahono berharap, melalui patroli gabungan tersebut, koordinasi antara TNI, Polri, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Situasi yang aman dan kondusif dapat terwujud apabila semua pihak memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan patroli gabungan ini, Polsek Senduro bersama Yonif TP 535 Nararya Kirana berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Cegah Gangguan Kamtibmas, Sat Samapta Polres Lumajang Patroli ke Lapas Kelas IIB


Lumajang ,Merdekanews.id Anggota Satuan Samapta Polres Lumajang melaksanakan patroli ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang.
 Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar lapas.

Patroli ini merupakan bagian dari kegiatan rutin kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, khususnya pada malam hari. Kehadiran personel kepolisian di lokasi tersebut juga menjadi bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.

Kasat Samapta Polres Lumajang, AKP Agus Sugiharto, mengatakan bahwa patroli rutin merupakan salah satu langkah preventif kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, patroli dilaksanakan dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memerlukan perhatian dari sisi keamanan, termasuk lingkungan Lapas Kelas IIB Lumajang.

“Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif, khususnya pada malam hari,” ujar AKP Agus Sugiharto.

Ia menambahkan, kegiatan patroli juga menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan personel terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait.

Sat Samapta Polres Lumajang berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli secara rutin sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang senantiasa terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Jaga Kamseltibcarlantas, Satlantas Lumajang Gelar Patroli Blue Light di Sukodono


Lumajang,Merdekanews.id Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol di sepanjang Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Langkah ini diambil untuk memantau kelancaran arus lalu lintas sekaligus menekan potensi kejahatan jalanan pada jam-jam rawan.

Dengan mengoperasikan kendaraan dinas yang menyalakan lampu rotator berwarna biru khas kepolisian, para personel menyisir kawasan tersebut secara berkala. 

Kehadiran fisik petugas di titik-titik krusial bertujuan untuk memberikan kepastian rasa aman bagi para pengguna jalan serta meminimalkan ancaman bahaya kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama Sudirno, menjelaskan bahwa 
Blue Light Patrol merupakan wujud pendekatan preventif yang dirancang secara terukur untuk menjaga kestabilan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Kabupaten Lumajang.

"Patroli Blue Light kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kejahatan jalanan di wilayah Lumajang," ujar AKP Bayu. 

Menurutnya, pengerahan patroli dengan lampu rotator biru ini terbukti efektif secara psikologis untuk menyurutkan niat para pelaku tindak kejahatan yang hendak memanfaatkan kelenggangan jalan pada malam hari.

Sisir Titik Rawan Kecelakaan dan Aksi Kriminalitas 3C

Dalam giat operasional tersebut, personel Satlantas memfokuskan pemantauan pada kawasan black spot atau titik rawan kecelakaan, serta lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat malam hari.

Selain pengawasan arus lalu lintas, petugas juga memperketat pemantauan terhadap potensi tindak pidana 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Jalan Raya Gatot Subroto di Kecamatan Sukodono dipilih sebagai prioritas pengawasan mengingat jalurnya yang menjadi akses utama kendaraan bermotor, mulai dari sepeda motor hingga angkutan logistik roda empat ke atas.

"Fokus kami adalah menutup ruang gerak pelaku kejahatan jalanan sekaligus memantau area rawan kecelakaan. Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan yang melintas pada malam hari dapat sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman tanpa merasa khawatir," kata Bayu.

Edukasi Tertib Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara

Tak sekadar melakukan pemantauan visual, personel di lapangan juga aktif memberikan edukasi serta imbauan langsung kepada para pengguna jalan agar selalu mematuhi tata tertib lalu lintas.

AKP Bayu menegaskan pentingnya kedisiplinan individu dalam menggunakan perlengkapan keselamatan standar saat berkendara.

"Keselamatan berlalu lintas itu berawal dari kedisiplinan diri sendiri. Kami mengimbau para pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm berstandar SNI dan pengemudi mobil wajib mengenakan sabuk keselamatan. Jangan pernah memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang diizinkan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap aturan jalan raya berbanding lurus dengan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

"Kepatuhan pada aturan bukan demi menghindari sanksi petugas, melainkan demi keselamatan jiwa para pengendara itu sendiri. Kesadaran kolektif inilah yang terus kami dorong melalui pendekatan persuasif di lapangan," lanjut Bayu.

Polsek Jatiroto Cek Tanaman Jagung di Lumajang, Pastikan Ketersediaan Pupuk Petani

LUMAJANG,Merdekanews.id Polsek Jatiroto, Polres Lumajang, Jawa Timur, melakukan pengecekan tanaman jagung milik petani di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto.

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi, S.Pd., tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap Program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian.

Dalam kegiatan itu, AKP Imam Soepardi bersama Aiptu Adi Krisna mengecek lahan jagung milik Iyar, 45, warga Desa Banyuputih Kidul.

Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi kegiatan pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan petani selama masa tanam jagung.

Berdasarkan hasil pengecekan, ketersediaan pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian tersebut masih tersedia melalui swadaya.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keberhasilan program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.

“Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pertanian masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pupuk sebagai salah satu kebutuhan penting dalam proses budidaya jagung,” ujarnya.

Menurut dia, pendampingan dan pemantauan secara langsung di lapangan juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menjalin komunikasi dengan petani serta mengetahui kendala yang mungkin dihadapi selama masa tanam.

Ia berharap, ketersediaan sarana produksi pertanian yang memadai dapat membantu petani menjalankan kegiatan budidaya secara optimal sehingga hasil panen nantinya mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

“Ketahanan pangan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kami berharap para petani tetap semangat mengembangkan usaha pertanian, sementara koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung keberhasilan program ini,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Jatiroto berkomitmen mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jatiroto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Kawal Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Lumajang Kota Turun Langsung Pantau Tanaman Jagung.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Lumajang Kota terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada pilar ketahanan dan swasembada pangan nasional. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui aksi aktif jajaran Bhabinkamtibmas yang turun langsung menyambangi kawasan pertanian warga.

Bhabinkamtibmas Polsek Lumajang Kota melakukan pengecekan secara cermat kondisi daun serta pertumbuhan tanaman jagung yang tumbuh subur di batas lahan pertanian. Kegiatan monitoring di bawah terik cuaca cerah pedesaan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan vegetatif tanaman pangan warga berjalan optimal

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, S.H., menegaskan bahwa jajarannya kini mengambil peran aktif tidak hanya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga sebagai pendamping serta penggerak produktivitas pertanian warga. 

"Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas di area persawahan merupakan langkah konkret Polri dalam mengawal suksesnya Program Asta Cita Presiden. Kami hadir langsung di lapangan untuk mendampingi serta memotivasi para petani, baik dalam pengolahan lahan pertanian utama maupun optimalisasi pekarangan pangan bergizi," ujar Iptu Zainul.

Lebih lanjut, Kapolsek Lumajang Kota menjelaskan bahwa pemantauan langsung ke lahan pertanian penting dilakukan untuk menyerap aspirasi dan mengetahui potensi kendala yang dihadapi para petani di lapangan. 

"Melalui pemantauan langsung seperti ini, Bhabinkamtibmas dapat berinteraksi serta mendengarkan kendala yang dihadapi warga di lapangan. Pendampingan berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas tanaman pangan, baik jagung maupun padi, agar hasil panen yang diperoleh nantinya maksimal," tambahnya. 

Ia juga berharap sinergi yang terjalin erat antara kepolisian dan warga ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan kemandirian pangan dari tingkat daerah hingga nasional. 

"Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi yang baik antara Bhabinkamtibmas dan warga di lapangan menjadi kunci utama dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkasnya.