08/10/2026

Cegah Aksi Kriminal Saat Jam Rawan, Polisi Lakukan Blue Light Patrol di Jembatan Gesmu


LUMAJANG, Merdekanews.id Sejumlah personel Polsek Tempeh meningkatkan patroli malam dengan menyasar kawasan Jembatan Gesmu, Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Patroli tersebut dilakukan melalui kegiatan Blue Light Patrol, pemantauan dan strong point. Petugas menyusuri kawasan jembatan yang menghubungkan wilayah Gesang-Sememu serta sejumlah titik di sekitarnya.

Pantauan di lokasi, petugas kepolisian terlihat melakukan pemantauan situasi di sekitar jembatan. Arus aktivitas masyarakat diperhatikan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kehadiran polisi juga menjadi upaya mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang kerap menjadi perhatian masyarakat pada malam hari, terutama pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor atau 3C.

Plt Kapolsek Tempeh Ipda Suheri mengatakan, patroli malam dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Tempeh.

"Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mencegah tindak kriminalitas dan gangguan kamtibmas, khususnya pada jam-jam rawan malam hari," kata Suheri saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Menurut dia, petugas tidak hanya melakukan patroli bergerak, tetapi juga berhenti di sejumlah titik untuk melakukan pemantauan. Pola tersebut dilakukan agar polisi dapat melihat langsung kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

"Kami melakukan pemantauan dan strong point di lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.

Jembatan Gesmu yang berada di wilayah Desa Gesang menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam patroli malam. Petugas mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminal maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

Selain mencegah tindak pidana 3C, patroli juga menyasar potensi terjadinya Crime O'clock, yakni waktu yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas pada malam hingga dini hari.

Suheri menegaskan, kegiatan patroli akan dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Personel juga diminta tidak hanya berpatroli di jalan utama, tetapi memperhatikan lokasi yang minim aktivitas warga dan berpotensi menjadi titik rawan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada ketika beraktivitas pada malam hari. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada petugas kepolisian," tutur Suheri.

Dari hasil pemantauan, situasi di sekitar Jembatan Gesmu, Desa Gesang, dan wilayah sekitarnya terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung tanpa ditemukan gangguan kamtibmas menonjol.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga mendapat respons positif. Warga yang masih beraktivitas di sekitar kawasan jembatan merasa lebih aman dengan adanya petugas yang melakukan patroli.

Bagi Polsek Tempeh, patroli malam bukan sekadar kegiatan rutin. Kehadiran anggota di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

"Kami ingin masyarakat merasa aman dengan kehadiran polisi. Patroli seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk pelayanan dan upaya menjaga keamanan wilayah," kata Suheri.

Polsek Kedungjajang Sasar Jalan Baru Wonorejo Antisipasi 3C


Lumajang , Merdekanews.id Polsek Kedungjajang, Polres Lumajang, menggelar patroli kewilayahan menggunakan kendaraan roda empat untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut menyasar kawasan Jalan Baru Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Petugas melakukan pemantauan di sepanjang jalur tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Plt. Kapolsek Kedungjajang Ipda Novandy Helda Prasetya mengatakan, patroli kewilayahan merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi kamtibmas sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana.

"Patroli ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan kondisi yang aman dan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, khususnya 3C," kata Novandy.

Menurut dia, sejumlah ruas jalan yang dinilai perlu mendapat perhatian akan terus dilakukan pemantauan secara berkala. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Anggota melakukan pemantauan secara mobile. Kami ingin memastikan situasi di wilayah hukum Polsek Kedungjajang tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Selain mengantisipasi 3C, patroli juga menjadi sarana bagi personel untuk mengetahui kondisi keamanan di wilayah yang dilalui. Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika melintas atau beraktivitas pada malam hari.

Novandy juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan dan berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan tidak ragu melapor apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan," katanya.

Dari hasil kegiatan patroli, situasi di sepanjang Jalan Baru Desa Wonorejo dan wilayah yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman dan terkendali.

Timsus Polres Lumajang Sisir Wilayah Utara Antisipasi 4C


Lumajang , Merdekanews.id Personel Timsus Polres Lumajang meningkatkan patroli keamanan di wilayah utara Kabupaten Lumajang untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli tersebut menyasar sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama kawasan jalan raya dan titik yang minim aktivitas masyarakat pada dini hari.

Danru Timsus Polres Lumajang Ipda Sugiarto mengatakan, patroli dilakukan sebagai upaya preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

"Patroli ini kami lakukan untuk mengantisipasi 4C, yakni curat, curas, curanmor dan curhewan, serta gangguan kamtibmas lainnya," kata Sugiarto saat ditemui dalam kegiatan patroli.

Patroli dimulai sekitar pukul 02.04 WIB. Personel Timsus terlebih dahulu menyambangi Desa Wonorejo untuk melakukan dialog dengan kepala desa setempat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak pemerintah desa bersama masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan di lingkungannya.

Polisi juga mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan kepada kepolisian.

"Jika masyarakat mengetahui adanya gangguan kamtibmas atau persoalan yang membutuhkan penanganan polisi, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas maupun melalui layanan Call Center Polri 110," ujar Sugiarto.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan perangkat desa menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman. Informasi dari masyarakat, kata dia, dapat membantu polisi melakukan pencegahan maupun penanganan secara lebih cepat.

Usai berdialog dengan kepala desa, personel Timsus melanjutkan patroli menuju Jembatan Grobokan, Desa Grobokan, Kecamatan Kedungjajang.

Sekitar pukul 03.00 WIB, petugas melakukan pemantauan di sekitar jembatan dan ruas jalan tersebut. Polisi menyisir kawasan untuk memastikan tidak terdapat aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan kondusif. Setelah memastikan kondisi terkendali, personel kembali bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah utara Lumajang.

Patroli kemudian dilanjutkan menuju Jalan Raya Klakah, Kecamatan Klakah, sekitar pukul 03.30 WIB.

Di kawasan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap situasi lalu lintas dan lingkungan sekitar. Patroli dilakukan secara mobile hingga menjelang matahari terbit.

Sugiarto menegaskan, kegiatan patroli dini hari tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan keamanan. Kehadiran polisi di lapangan juga menjadi langkah pencegahan agar tindak kriminalitas tidak terjadi.

"Kami ingin masyarakat merasa aman dengan adanya kehadiran polisi, terutama pada jam-jam rawan. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," tuturnya.

Selain melakukan pemantauan, personel Timsus juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya pada waktu dini hari ketika aktivitas warga relatif sepi.

Menurut Sugiarto, sinergi antara kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi. Peran serta masyarakat sangat penting. Apabila ada kejadian atau hal mencurigakan, segera informasikan kepada petugas," katanya.

Patroli tersebut menjadi bagian dari kegiatan preventif Timsus Polres Lumajang dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di kawasan utara Kabupaten Lumajang.

Dengan patroli secara rutin dan dialog bersama masyarakat, polisi berharap potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Cegah 4C dan Balap Liar, Timsus Polres Lumajang Sisir Simpang Empat Gadingsari hingga Pagi

Lumajang , Tim Khusus (Timsus) Polres Lumajang menggelar patroli dini hari untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tindak kriminalitas 4C serta aksi balap liar.

Patroli menyasar kawasan Simpang Empat Gadingsari, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dipimpin Danru Timsus B1 Polres Lumajang Ipda Hendri Harimurti, S.H. bersama personel Timsus dengan menggunakan sepeda motor patroli.

Patroli dilakukan sejak dini hari hingga menjelang matahari terbit. Petugas menyusuri sejumlah ruas jalan dan titik yang dinilai rawan digunakan untuk aktivitas balap liar maupun tindak kriminalitas.

Danru Timsus B1 Polres Lumajang Ipda Hendri Harimurti mengatakan, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan.

“Kami melaksanakan patroli untuk mengantisipasi 4C dan balapan liar. Personel menyisir kawasan Simpang Empat Gadingsari dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya hingga menjelang pagi,” ujar Hendri.

Menurut dia, penggunaan sepeda motor dalam patroli membuat personel lebih mudah bergerak menyusuri ruas jalan serta melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan.

Selain mencegah aksi balap liar, patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan yang dapat meresahkan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan anak-anak muda, agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menegaskan bahwa patroli preventif akan terus dilakukan jajarannya sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Ia meminta personel di lapangan tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

“Patroli merupakan langkah pencegahan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman tanpa terganggu aksi kriminalitas maupun balap liar,” kata Riki.

Kapolres juga mengingatkan para pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan jalan umum sebagai lokasi balapan.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan sampai kegiatan balap liar menimbulkan kecelakaan dan merugikan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Patroli Timsus B1 Polres Lumajang tersebut berlangsung hingga menjelang matahari terbit. Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah perkotaan Lumajang.

Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga

Lumajang– Jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Padang, Polres Lumajang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyukseskan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan. Melalui peran sebagai "Polisi Penggerak Ketahanan Pangan", petugas aktif turun langsung ke lapangan guna membantu serta mendorong masyarakat dalam mengelola lahan pertanian komoditas jagung, Kamis (8/10/2026).

Langkah pendampingan ini menjadi bukti nyata sinergi yang kokoh antara jajaran Polri dan warga setempat dalam mengawal pencapaian swasembada pangan nasional dari tingkat akar rumput.

Bhabinkamtibmas berseragam dinas lengkap tampak mendampingi seorang warga perempuan berkerudung merah di lahan pertanian yang ditanami jagung dan pisang. Petugas terlihat memeriksa langsung kondisi tongkol jagung yang siap panen untuk memastikan kualitas bulir dan tingkat produktivitas tanaman berkembang secara maksimal. 

Kapolsek Padang, Iptu Buriantoro, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah areal pertanian bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan pengelolaan lahan warga berjalan secara optimal.

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional melalui pendampingan berkelanjutan bagi para petani di desa binaan," ujar Iptu Buriantoro.

Selain melakukan pemantauan kondisi fisik tanaman, petugas Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan warga guna menyerap berbagai aspirasi serta memetakan kendala teknis perawatan lahan di lapangan.

"Sinergi Polri dan masyarakat adalah modal utama. Keterlibatan kami di sektor pertanian ini merupakan bentuk komitmen untuk ikut serta menjaga kedaulatan dan ketersediaan pangan warga," tambahnya.

Melalui pendampingan yang intensif dan berkelanjutan ini, Polsek Padang berharap produktivitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Padang dapat terus meningkat secara signifikan.

"Harapan kami, pengelolaan lahan pertanian yang optimal ini dapat memperkuat kemandirian pangan warga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkasnya.

07/10/2026

Bhabinkamtibmas Polsek Gucialit Turun ke Lahan Pertanian Warga.

Lumajang – Jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Gucialit, Polres Lumajang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyukseskan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan. Petugas aktif turun langsung ke lapangan guna membantu serta mendorong produktivitas masyarakat pada sektor pertanian hortikultura, Rabu (7/10/2026).

Langkah pendampingan ini menjadi bukti nyata sinergi yang kokoh antara jajaran Polri dan warga setempat dalam mengawal pencapaian swasembada pangan nasional dari tingkat akar rumput.

Personel Bhabinkamtibmas berseragam dinas lengkap tampak berada di area perkebunan berundak yang ditanami pepaya dan aneka tanaman hortikultura di guludan tanah. Salah satu petugas terlihat membungkuk untuk mengecek serta merawat langsung kondisi pertumbuhan vegetasi tanaman, sementara petugas lainnya memantau dari sisi pohon pepaya guna memastikan seluruh tanaman tumbuh subur dan terbebas dari serangan hama.
 
Kapolsek Gucialit menjelaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah areal pertanian bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan pengelolaan lahan warga berjalan secara optimal.

"Kami menerjunkan Bhabinkamtibmas langsung ke desa binaan untuk mengawal dan mendampingi warga. Kami ingin memastikan pengembangan sektor pertanian berjalan maksimal demi mendukung ketahanan pangan lokal," ujarnya.

Selain melakukan pemantauan kondisi fisik tanaman, petugas Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan warga sekitar guna menyerap berbagai aspirasi serta memetakan kendala teknis perawatan lahan di lapangan.

"Sinergi Polri dan masyarakat adalah modal utama. Keterlibatan kami di sektor pertanian ini merupakan bentuk komitmen untuk ikut serta menjaga kedaulatan dan ketersediaan pangan warga," tambahnya.

Melalui pendampingan yang intensif dan berkelanjutan ini, Polsek Gucialit berharap produktivitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Gucialit dapat terus meningkat secara signifikan.

"Harapan kami, pengelolaan lahan pertanian yang optimal ini dapat memperkuat kemandirian pangan warga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkasnya.

Kanit Binmas Polsek Klakah Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga Desa Papringan

Lumajang – Kanit Binmas Polsek Klakah, Polres Lumajang, Aiptu Ari Dwi Handoko, S.H., aktif mengimplementasikan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui peran nyata sebagai "Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Nasional". Langkah ini diwujudkan melalui peninjauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung milik Samsul di Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan di area persawahan tersebut dilakukan guna memantau kondisi kesehatan vegetasi tanaman, memastikan tingkat produktivitas komoditas pangan utama, serta memitigasi potensi gangguan hama yang dapat memengaruhi hasil panen warga.

Kapolsek Klakah, AKP Ilham Ade Putra, S.T.K., M.H., menjelaskan bahwa program pendampingan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kestabilan dan kedaulatan pangan nasional dari tingkat akar rumput.

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional melalui pendampingan berkelanjutan bagi para petani lokal," ujar AKP Ilham Ade Putra.

Selain melakukan pemantauan kondisi fisik tanaman jagung, Kanit Binmas juga berdialog langsung dengan pemilik lahan untuk menyerap berbagai aspirasi, keluhan, serta kebutuhan sarana pendukung pertanian seperti ketersediaan pupuk dan kelancaran pasokan air irigasi.

"Kehadiran personel kepolisian di tengah areal persawahan bertujuan memberikan motivasi sekaligus memastikan proses perawatan tanaman berjalan optimal sehingga mampu menopang perekonomian keluarga para petani," tambahnya.

Melalui pendampingan yang intensif dan sinergis ini, Polsek Klakah berharap komoditas jagung di wilayah Desa Papringan dapat tumbuh maksimal serta memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan daerah.

"Sinergi antara Polri dan para petani adalah kunci utama. Kami berkomitmen untuk terus mengawal sektor pertanian lokal agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkasnya.